Minggu, 03 Juli 2011

laporan genta


LAPORAN PRAKTIKUM
GENETIKA TANAMAN
PRAKTIKUM I
“PEMBELAHAN MITOSIS”


C:\Users\toshibs\Downloads\Untirta.png
Semester
Genap 2010/2011
Oleh
Nama          : Dedi Kuswara
NIM            : 4442090098
Kelompok  :  III

                                     


AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
SERANG
2011


Bab I
PENDAHULUAN


1.1.             Latar Belakang
Mitosis adalah peristiwa pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel somatic (sangat aktif pada jaringan meristem) yang menghasilkan dua sel anak yang memiliki genotip sama dan identik dengan sel induknya. Sedangkan meiosis, terjadi pada sel-sel germinal (gamet) dengan hasil akhir empat buah sel anak yang haploid dengan komposisi genotip yang mungkin berbeda dengan sel induknya.
Sebelum terjadinya peristiwa pembelahan sel, terdapat beberapa peristiwa penting seperti pembelahan kromosom. Dalam inti sel terdapat kromosom yaitu benda–benda halus berbentuk batang panjang atau pendek dan lurus atau bengkok. Kromosom merupakan pembawa bahan keturunan. Kromosom dapat terlihat pada tahap-tahap tertentu pada pembelahan inti. Biasanya kromosom digambarkan pada tahap metafase.
Pada saat sel aktif membelah, kromosom relatif mudah diamati dengan memperlakukan sel-sel tersebut dengan metode fiksasi dan pewarnaan sederhana. Sedangkan metode fiksasi yang digunakan adalah metode tennodifikasi dengan menggunakan pre treatment 0,002 M 8-Hydroxychinolin dan larutan fiksasi 45 %Asam aselat, yang berfungsi menghentikan pembelahan sel.
Bahan standar yang digunakan dalam pengamatan mitosis adalah selsel ujung akar bawang bombay.. Kelebihan dari bahan-bahan yang digunakan pada acara praktikum ini adalah :
a)      Komposisi dinding selnya yang tersusun atas lapisan senyawa-senyawa yang relatif mudah ditembus oleh larutan fiksatif dan pewarna.
b)      Jumlah kromosomnya tidak terlalu banyak, sehingga pengamatan terhadap masing-masing fase yang sedang berlangsung relatif mudah dilakukan.
c)      Pengamatan terhadap pembelahan mitosis dilakukan pada jaringan meristem pada suatu tanaman. Dipilihnya jaringan meristem karena pada jaringan ini sel aktif melakukan pembelahan untuk pertumbuhan.

1.2.             Tujuan
Untuk mengamati lebih jelas tahapan-tahapan pembelahan sel yang terjadi secara mitosis.





Bab II
BAHAN DAN ALAT


3.1.  Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah:
1.      Akar ujung bombay
2.      Aceto orcein
3.      HCl
4.      Air

3.2.  Alat
Alat yang dugunakan pada praktikum ini adalah:
1.      Cawan Petridish
2.      Jarum
3.      Gelas preparat dan cover glass
4.      Pembakar Bunsen
5.      Mikroskop
6.      Pisau

























Bab III
Metode Kerja


3.1. Metode Kerja
1.      Potong ujung akar bawang sepanjang 0,5 – 1 cm
2.      Masukan dalam cawan petri yang di beri larutan HCl 1 N dan biarkan selama 10-15 menit
3.      Pindahkan kedlam cawan petri (bagian tutup) dengan posisi ujung akar di dalam cawan
4.      Tambahkan aceto orcein 2 % dan biarkan 10 – 15 menit
5.      Letakkan ujung akar  di alasi kaca benda, potong bagian ujung akar 1-2 mm , teteskan 2 tetes aceto orcein 2% dan tutup dengan kaca benda
6.      Letakkan preparat di atas api busen 2-3 kali
7.      Ketok dengan ujung pensil berkaret, kemudian tekan dengan ibu jari
8.      Amati preparat dibawah mikroskop
9.      Gambar fase profase,metaphase, anaphase, telofase.

























Bab IV
Hasil  dan Pembahasan


4.1.            Hasil
No
Gambar
Keterangan
1


Profase
2




Metaphase
3



Anaphase
4




Telofase




4.2.            Pembahasan
Dari hasil praktikum ini telah di amati  menggunakan microskop, dan disitu terdapat beberapa reaksi dan beberapa fase yang bisa di lihat, diantaranya pada gambar 1 yaitu profase, 2. Metaphase,3. Anaphase, dan 4. Telofase.
Hasil ini menunukan bahwa pada ujung akar Bombay yang telah di  beri perlakuan di atas dapat memberikan reaksi. Dan di dalamnya terdapat 4 fase mitosis.





























Bab V
Kesimpulan



5.1. Kesimpulan
Proses pembelahan mitosis pada ujung akar baawng Bombay terdapat empat fase yang berbeda yang di temukan dan dilihat dari mikroskop.  Dan dapat di simpulkan dengan penggunaaan  akar bawang Bombay dengan di tambahkan larutan aceto orcein dan HCl dapat memberikan pengaruh terhadap fase-fase yang terjadi didalamnya.